Here we are!

Here we are!

Kamis, 29 Mei 2014

Tugas Bahasa Indonesia : Membuat Teks Negosiasi




                                                                                   Nama   :  Anangnosi K (MIA2-2/03)
                                                                                                   Arif W           (MIA2-2/05)
Teks Negosiasi Antara Pedagang dengan Pengelola Pasar
Suatu hari di pasar Salatiga, pengelola pasar tersebut ditemui oleh perwakilan dari para pedagang untuk membicarakan tentang keputusan yang pengelola pasar buat beberapa hari yang lalu.
1. Pedagang       : " Selamat pagi, Pak."
2. Pengelola       : " Selamat pagi. Bapak siapa ya ? "
3. Pedagang       : " Saya merupakan salah satu pedagang di pasar ini Pak. "
4. Pengelola       : " Apa tujuan Bapak menemui saya di sini ?"
5. Pedagang       : " Saya mewakili teman teman pedagang di pasar ini merasa keberatan  dengan keputusan yang Bapak buat."
6. Pengelola       : " Keputusan untuk menaikkan harga sewa kios di pasar ini ? "
7. Pedagang       : " Iya Pak. Kami sangat terbebani Pak dengan harga sewa kios yang sekarang menjadi Rp3.000.000,00.
8. Pengelola       : " Tetapi saya juga bukan tanpa alasan untuk memutuskan menaikkan harga sewa kios pasar ini. "
9. Pedagang       : " Maksud Bapak ?"
10. Pengelola     : "Harga kebutuhan sehari hari sekarang sudah naik. Biaya untuk listrik dan air di pasar ini juga naik. Saya selaku pengelola, jika para pedagang tidak membayar sewa kios dengan harga Rp3.000.000,00 , saya harus menanggung banyak kekurangan pembayaran tersebut."
11. Pedangang  : " Tapi kami sudah membayar cukup banyak untuk sewa kios ini. "
12. Pengelola     : " Tetap saja masih kurang. "
13. Pedangang  : " Untuk sewa seharga Rp2.400.000,00 sebelum Bapak memutuskan untuk menaikkan nya saja sudah memberatkan kami para pedagang. "
14. Pengelola     : " Jika para pedagang tidak membayar sewa dengan harga yang saya putuskan, pasar ini bisa tutup. Jika pasar ini ditutup, tentunya para pedangang juga tidak akan bisa berdagang di sini lagi. "
15. Pedagang     : " Sebelum bertemu dengan Bapak, kami para pedagang sudah bermusyawarah tentang ini. "
16. Pengelola     : " Apa keputusannya ? "
17. Pedagang     : " Kami sepakat jika harga sewanya menjadi Rp2.750.000,00."
18. Pengelola     : " Tidak bisa lebih dari itu ? "
19. Pedagang     : " Tidak Pak. Dengan harga segitu saja kami masih merasa keberatan, tetapi kami para pedagang akan berusaha mencukupi pembayaran jika Bapak setuju dengan kesepakatan yang kami buat. "
20. Pengelola     : " Baiklah. Koordinir para pedangang untuk lebih bekerja giat, agar  pembayaran tidak ada yang menumpuk dan pasar ini dapat terus berjalan. "
21. Pedagang     : " Siap, Pak! Saya akan mengatur teman teman. Boleh saya mohon diri ?"
22. Pengelola     : " Iya silakan."
23. Pedagang     : " Terima kasih Pak. Selamat pagi. "
24. Pengelola     : " Sama sama. Selamat pagi. "

Akhirnya mereka berdua sepakat dengan harga sewa kios yang menjadi Rp2.750.000,00.
                            

Rabu, 18 Desember 2013

Perpustakaan (Ircham Darmawan/MIA 2.1/18)

Perpustakaan
Perpustakaan berasal dari kata pustaka yang berarti buku. Jadi, perpustakaan adalah tempat, gedung, atau ruangan yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku.

Di dalam perpustakaan terdapat buku, rak, meja, kursi, lampu dan tentunya pengunjung. Selain itu di perpustakaan juga ada pustakawan atau ahli perpustakaan.

Klasifikasi buku yang digunakan adalah sistem klasifikasi DDC(Decimal Dawey CLassification). Dalam sistem klasifikasi ini, penomorannya dimulai dari 000 tentang karya umum, 100 tentang filsafat, 200 tentang agama, 300 tentang ilmu ilmu sosial, 400 tentang ilmu bahasa, 500 tentang ilmu pasti, 600 tentang pengetahuan praktis, 700 tentang kesenian dan olahraga, 800 tentang kesusastraan, dan 900 tentang biografi serta geografi.

Setiap kode diatas memiliki pokok bahasan yang berbeda. Pada karya umum terdapat kumpulan karya tulis. Pada kode filsafat terdapat buku-buku mengenai psikologi, psikotes, dan etika. Pada agama terdapat buku-buku tentang hadis-hadis agama dan hukum agama. Pada ilmu sosial memuat buku tentang sejarah, akuntansi, manajemen dan antropologi. Buku bahasa Indonesia, Jepang, Jerman, dan peribahasa terdapat pada kelompok ilmu bahasa. Ilmu pasti berisi buku fisika, matematika, kimia, dan biologi. Pengetahuan praktis memuat tentang ensiklopedia, ilmu komputer dll. Pada kelompok kesenian dan olahraga berisi buku-buku atletik, seni rupa dan seni musik. Pada kesusastraan memuat tentang puisi, cerpen dll. dan yang terakhir, kelompok biografi dan geografi, memuat tentang buku biografi dari berbagai tokoh, dan buku geografi.

Teks Eksposisi (Ircham Darmawan /MIA 2.1/18



Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Kurikulum 2013


Saat ini, kurikulum di Indonesia sedang dalam tahap perkembangan. Hal ini menyebabkan kurikulum di Indonesia mengalami perubahan beberapa kali. Perubahan  tersebut disebabkan karena kebutuhan masyarakat yang setiap tahunnya selalu berkembang dan tuntutan zaman yang cenderung berubah. Dan pada tahun ajaran 2013-2014, Indonesia akan menerapkan kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013. 

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa dituntut untuk aktif dan kreatif. tak seperti kurikulum sebelumnya, materi di kurikulum ini cenderung ke arah pemecahan masalah. Jadi siswa dituntut untuk aktif mencari informasi agar tidak ketinggalan materi pembelajaran.

Proses pembelajaran Bahasa Indonesia pada kurikulum ini menerapkan metode problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah. Problem based learning merupakan metode pembelajaran yang didasarkan pada prinsip bahwa masalah dapat digunakan sebagai titik awal untuk mendapatkan ilmu baru. Jadi, masalah yang ada digunakan sebagai sarana agar siswa dapat belajar sesuatu yang dapat menyokong keilmuannya.

Penilaian dalam kurikulum ini mecakup tiga aspek. Yang pertama adalah penilaian kognitif. Penilaian kognitif adalah penilaian berdasarkan kegiatan otak. Penilaian ini memiliki enam aspek, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Yang kedua adalah penilaian afektif. Penilaian afektif berkaitan dengan sikap yang dimiliki siswa. Ciri ciri hasil belajar afektif akan tampak pada siswa dalam berbagai tingkah laku. Yang terakhir adalah penilaian psikomotorik. Penilaian psikomotorik berkaitan dengan ketrampilan atau kemampuan bertindak setelah siswa menerima pengalaman belajar tertentu.

Kurikulum 2013 diharapkan dapat memperbaiki pendidikan di Indonesia. Selain itu, kurikulum 2013 juga diharapkan dapat menciptakan siswa yang tidak hanya pintar atau cerdas, tetapi juga siswa yang bermoral dan memiliki budi pekerti yang baik.


EKSPOSISI Tegar Kukuh P. MIA 2.1 / 28

KURIKULUM BARU 2013 BAGI SISWA INDONESIA

Dinas Pendidikan membuat kurikulum 2013 ini untuk menggantikan kurikulum sebelumnya,yaitu kurikulum 2006. Kurikulum ini juga dibuat karena program RSBI yang telah ditiadakan semenjak tahun ajaran baru 2013/2014. Dan tentu kurikulum baru ini banyak sekali perubahan.

Perubahan dari kurikulum 2013 ini diantaranya siswa dituntut proaktif. Maksudnya, siswa harus aktif dalam setiap pembelajaran. Misal di sesi pertanyaan, siswa harus aktif dalam menjawab pertanyaan.

Di kurikulum ini juga siswa harus banyak membaca. Karena, pedoman pembelajaran bukan hanya dari guru, tetapi juga dari buku. Dan banyak membaca dapat menambah ilmu pengetahuan lebih banyak.

Di kurikulum baru ini, setiap materi yang disampaikan oleh guru dapat diterapkan ilmunya di kehidupan sehari – hari. Hal ini tentunya dapat membantu siswa agar lebih mudah bersosialisasi di lingkup masyarakat.

Penilaian terhadap siswa tidak hanya kognitif saja, tetapi afektif dan psikomotorik juga ikut dinilai. Jadi, sikap dan tata krama siswa juga ikut dibentuk di kurikulum baru ini.


Tentunya kurikulum 2013 ini diharapkan dapat memajukan siswa - siswi Indonesia. Dengan membentuk karakter, aktif, dan kreatifitas siswa. Tapi tidak dipungkiri bahwa setiap kelebihan pasti ada kekurangan. Dan kelebihan – kelebihan tersebut dapat terwujud jika ada kerjasama dari berbagai pihak.

Senin, 16 Desember 2013

Teks Eksposisi ( Muhammad Rizaldi Utomo MIA2.1/21)

Kurikulum Idaman pada Pembelajaran Bahasa Indonesia 

Sistem kurikulum Indonesia telah diubah. KTSP yang merupakan kurikulum Indonesia sebelumnya telah diganti oleh kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. Hal tersebut tentu memunculkan perubahan-perubahan pada kegiatan belajar mengajar. Tak terkecuali mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ada beberapa hal yang baru pada pembelajaran Bahasa Indonesia.

Pada pembelajaran kurikulum 2013, materi ajar yang disampaikan. Saat ini materi-materi yang disampaikan oleh guru, lebih menekankan kepada aktualisasi kehidupan nyata. Khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, banyak materi yang diambil dari kisah atau cerita yang ada lalu dikembangkan menjadi materi ajar yang berkualitas. Materi-materi ajar yang disampaikan oleh guru dapat langsung dipahami siswa karena ada sangkut-pautnya dengan kehidupan sehari-hari.

Selain pada materi, ada perubahan pada proses pembelajarannya. Proses pembelajaran pada kurikulum 2013, siswa dituntuk untuk proaktif. Guru hanya memberi pancingan pada siswa, sedangkan siswa yang mencari dan mengemukakanya. Diskusi juga diberlakukan agar siswa dapat saling berinteraksi. Jika siswa tidak aktif, maka siswa tersebut yang akan rugi.

Pada penilaian pelajaran Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013, tidak hanya nilai akademis yang diambil. Namun, ada penilaian-penilaian lain diantaranya penilaian afektif, kognitif, dan psikomotorik. Penilaian afektif lebih ditekankan pada sikap siswa. Penilaian kognitif merupakan penilaian yang berupa pemahaman siswa. Penilaian psikomotorik adalah penilaian yang berupa pengetahuan dan keterampilan siswa.
Pada kurikulum 2013, materi yang disampaikan oleh guru dapat langsung diterapakan pada kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep  materi yang diberikan guru, sudah kontekstual sehingga memudahkan siswa menerapkan materi tersebut pada kehidupan sehari-hari. Siswa juga dapat lebih mudah bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat menggunakan ilmu yang telah ia dapat di sekolah.

Oleh karena itu, kurikulum 2013 adalah sistem pembelajaran yang telah dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia karena berjuta-juta manfaat yang didapat pada pembelajaran kurikulum 2013. Namun, semua itu tak dapat terlaksana tanpa kerjasama nyata dari seluruh komponen-komponen di kehidupan nyata.